Uji Tanaka
Karakterisasi kromatografik dari sifat kolom
Mengontrol sifat fisika dan kimia fase diam sangat penting, namun hanya karakterisasi kromatografik komprehensif yang memastikan tingkat kemampuan reproduksi yang tinggi secara konsisten. Untuk mengkarakterisasi selektivitas, berbagai pendekatan yang berbeda telah diaplikasikan oleh para ilmuwan HPLC terkemuka.
Uji Tanaka* dikembangkan di seluruh dunia sebagai uji standar industri yang menilai perbedaan selektivitas dan kinerja antara kolom HPLC. Berbagai parameter kolom ini harus dikenal untuk dapat secara efektif memilih kolom HPLC yang sesuai untuk pemisahan partikulat dan memungkinkan membandingkan kolom dengan mudah.
Suatu set yang terdiri dari tujuh substansi terpilih digunakan untuk mendeskripsikan kapasitas, hidrofobisitas, selektivitas sterik, dan sifat silanofilik. Untuk memfasilitasi ilustrasi dan mengenali kualitas sorben secara sekilas, nilai-nilai parameter ini dipaparkan pada enam poros heksagon. Semakin simetris heksagon itu dan semakin besar luasnya, semakin seimbang fase diam dalam keseluruhan sifat kromatografiknya.
(* Prof. Tanaka, Kyoto Institute of Technology, J. of Chrom. Sci. 27, 725, 1989)
Parameter menurut Tanaka untuk karakterisasi sorben HPLC Purospher®
| Parameter | Sifat dari fase diam | Berbagai faktor pada preparasi fase diam |
|
|---|---|---|---|
| k (Pentilbenzena) 80% Metanol |
Retensi kapasitas (A) |
Jumlah rantai alkil | Permukaan silika Cakupan silika |
| k (Pentilbenzena) / k (Butilbenzena) 80% Metanol |
Hidrofobisitas (B) | Kapasitas hidrofobik (Selektivitas gugus CH2) |
Cakupan permukaan |
| k (Trifenilena) / k (o-Terfenil) 80% Metanol |
Selektivitas sterik (C) | Selektivitas (bentuk) sterik | Fungsionalitas silan Cakupan permukaan |
| k (Kafein) / k (Fenol) 30% Metanol |
Kapasitas silanol (D) | Kapasitas silanol (kandungan dan jenis silanol) | Endcapping residu silanol Cakupan permukaan |
| k (Benzilamina) / k (Fenol) 30% Metanol / 70% Bufer fosfat pH 7,6 |
Kapasitas pertukaran ion (E) |
Kapasitas pertukaran ion pada pH 7 |
Residu silanol Sisi aktif pada pH 7 |
| k (Benzilamina) / k (Fenol) 30% Metanol / 70% Bufer fosfat pH 2,7 |
Kapasitas pertukaran ion (F) |
Kapasitas pertukaran ion pada pH 3 |
Sisi aktif pada pH 3 Perlakuan silika basa (ketidakmurnian logam) |
| Tanaka 1 – Kapasitas retensi, hidrofobisitas, selektivitas sterik | ||
|---|---|---|
| Uji Tanaka 1 mendeskripsikan kapasitas retensi, hidrofobisitas, dan selektivitas sterik fase terbalik. | ![]() |
|
| Kolom | LiChroCART® 150-4,6 Purospher® STAR RP-18 endcapped, 5μm |
|
| Fase Gerak | Metanol / Air 80:20 | |
| Laju alir | 1,0 mL/menit | |
| Deteksi | UV 254 nm | |
| Suhu | 30° C | |
| Inj. Volume | 10 μL | |
| Sampel | 1. Urasil 2. Butilbenzena 3. o-Terfenil 4. Pentilbenzena 5. Trifenilena |
|
| Tanaka 2 – Kapasitas silanol | ||
|---|---|---|
| Uji Tanaka 2 (Kromatogram A) menggambarkan sifat silanofilik fase diam. Kromatogram B bukan bagian dari Uji Tanaka 2. Uji Fenol/Piridina mengukur aktivitas silanol. | ![]() |
|
| Kolom | LiChroCART® 125-4 Purospher® STAR RP-18 endcapped, 5 μm |
|
| Fase Gerak | A: Metanol / Air 30:70 (v/v) B: Asetonitril / Air 30:70 (v/v) |
|
| Laju alir | 1,0 mL/menit | |
| Deteksi | UV 254 nm | |
| Sampel | A: Urasil (1), Kafein (2), Fenol (3) B: Piridina (1), Fenol (2) |
|
| Tanaka 3+4 – Kapasitas penukar ion | ||
|---|---|---|
| Hasil yang diperoleh dari Tanaka 3 (pada pH rendah) menunjukkan bahwa deaktivasi gugus silanol residual telah selesai. Uji Tanaka 4 pada pH tinggi menunjukkan ketiadaan sepenuhnya dari logam pada sorben dasar. |
![]() |
|
| Kolom | LiChroCART® 125-4 Purospher® STAR RP-18 endcapped, 5 μm |
|
| Fase Gerak | Metanol / 0,02 mol/L Asam fosfat 30:70 (v/v) |
|
| Laju alir | 0,6 mL/min | |
| Deteksi | UV 254 nm | |
| Sampel | 1. Urasil 2. Benzilamina 3. Fenol |
|
| Hasil dari Uji Tanaka untuk Purospher® STAR RP-18 endcapped | |||
|---|---|---|---|
| Dibandingkan dengan kolom “dengan kemurnian tinggi” RP-18 endcapped yang kompetitif, Purospher® STAR RP-18 endcapped menunjukkan selektivitas secara keseluruhan terbaik. Kolom ini merupakan pilihan utama kromatografer untuk pemisahan yang sukses. |
|||
![]() |
|||
| A: | K (Pentilbenzena) | 9,59 | |
| B: | α (Pentil-/ Butilbenzena) | 1,51 | |
| C: | α (Trifenilena/ o-Terfenil) | 1,63 | |
| D: | α (Kafein/ Fenol) | 0,44 | |
| E: | α (Benzilamina/ Fenol; pH 7,6) | 0,23 | |
| F: | α (Benzilamina/ Fenol; pH 2,7) | 0,02 | |







