Titrasi dengan Titripac®: Versi baru dengan ukuran 10 L – larutan yang ideal
Titripac® adalah sistem kemasan inovatif yang aman, untuk larutan volumetrik siap pakai dengan ukuran kemasan 4 dan 10 liter, larutan bufer dan larutan lainnya. Merck kini menawarkan kemasan baru berukuran 10 liter yang telah dikembangkan. Dengan kemasan yang nyaman dan lebih mudah digunakan, Titripac® membuat titrasi dan pengukuran pH menjadi lebih nyaman, sehingga mempermudah pekerjaan rutin di laboratorium Anda.
| Keuntungan Anda: |
|---|
|
Titripac® menghemat waktu dan biaya
Titripac® mempermudah dan mempercepat kerja. Kemasan hanya perlu ditekan ke dalam dan keran terintegrasi segera dapat dilihat. Keran ini dapat dikoneksikan langsung ke titrator menggunakan sebuah adapter. Sistem kemasan tertutup yang kedap udara mencegah kontaminasi yang disebabkan oleh udara, karbon dioksida dan mikroorganisme. Sistem ini berarti membuat larutan di dalamnya dapat digunakan hingga tanggal kadaluarsanya tanpa pemeriksaan larutan. Sistem tertutup ini menawarkan hasil reliabel yang konsisten. Titripac® juga merupakan solusi yang sempurna bagi pelanggan dengan ekspektasi tinggi dan sistem manajemen mutu yang ketat.
Kemasan: limbah kemasan lebih kecil, lebih aman dan lebih sedikit
Kemasan Titripac® baru yang berukuran 10 liter lebih kecil daripada kemasan yang terdahulu dan memiliki pegangan yang sudah terpasang pada kemasan. Karenanya, kemasan ini membutuhkan ruang lebih sedikit dan lebih mudah ditangani. Karton kemasan yang lebih stabil dapat digunakan untuk kemasan bahan berbahaya dan membuat transportasi menjadi lebih aman – serta mengurangi limbah kemasan.
Mendukung UNESCO Biosphere Reserve bersama dengan Merck
Merck menyumbangkan 50 sen Euro untuk UNESCO Biosphere Reserve “Kruger to Canyons” di Afrika Selatan untuk setiap kemasan Titripac® yang terjual. Dengan demikian, Merck juga mendukung proyek "Cultivation of healing plant gardens by traditional healers". Proyek ini menstabilkan vegetasi alami di wilayah tersebut dan mendukung populasi vegetasi lokal dalam memanfaatkan tumbuhan ini secara lestari.




